Dayadigital.id, Makassar – Reporter senior yang juga Direktur RAZ FM, Ruby Sudikio berikan tips dan trik liputan lapangan dan Teknik reportase di hadapan sekitar 50 mahasiswa baru Ilmu Komunikasi FSIKP UMI.
Hal itu dilakukan dalam kegiatan “Communication Meet The Expert” di Enreco Coffee, Sabtu (08/11/2025).
Kegiatan mingguan yang menghadirkan sejumlah praktisi senior ini digelar untuk memberikan pengalaman langsung dari praktisi media kepada mahasiswa baru.
Acara yang berlangsung di Enreco Coffee ini merupakan bagian dari mata kuliah Pengantar Jurnalistik dan Pengantar Broadcasting.
Kepala Laboratorium Multimedia Komunikasi, Muhammad Idris, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian implementasi kurikulum OBE (Outcome Based Education) prodi Ilmu
Komunikasi UMI untuk melengkapi pengetahuan mahasiswa yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga teknis dan proyek.
“Dengan bertemu dengan para pakar atau praktisi media, maka mahasiswa bisa langsung mengenal profesi dan bidang kerja jurnalis dan media penyiaran. Ini merupakan bagian dari kurikulum OBE,” ujar Idris, yang juga merupakan pengampuh mata kuliah Pengantar Jurnalistik.
Hal sama diungkapkan Izki Fikriani Amir, dosen pengampuh mata kuliah Pengantar Broadcasting. Menurutnya, apa yang dilakukan adalah bagian dari komitmen Prodi Ilmu
Komunikasi UMI untuk mendekatkan mahasiswa dengan profesi di dunia media sebagai implementasi dari kajian keilmuan komunikasi. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa bisa bertemu langsung dengan jurnalis atau praktisi media.
Dalam pemaparannya, Ruby Sudikio berbagi pengalaman lapangan dan tugas reportase diberbagai peristiwa. Ia juga membagikan tips dan trik mendasar dalam menjadi seorang jurnalis.
“Menjadi jurnalis, reporter dan penyiar, sangat perlu memiliki sikap mental, paham masalah, dan berani saat berhadapan dengan narasumber,” jelas Ruby.
Hal penting yang harus dimiliki calon jurnalis, reporter, dan broadcaster adalah memiliki sikap kritis dan berani menjadi “watch dog” bagi setiap kebijakan publik yang tidak sejalan dengan kepentingan publik.
“Seorang pejabat publik harus berani dikritik dan jurnalis harus berani melakukan kritik atas setiap kebijakan publik,” tegasnya.
Dalam kegiatan itu sejumlah mahasiswa terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Antusiasme tersebut terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan mahasiswa kepada narasumber sepanjang acara berlangsung.

