Dayadigital.id, Makassar – Ketua Pengurus Provinsi Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), secara resmi membuka Turnamen Domino II Gardu Ayudya yang digelar di BTN Hamzy, Sabtu (31/1/2026).
Turnamen ini diikuti 96 pasang pasangan dari gardu domino se Kota Makassar. Antusiasme tinggi menjadikan ajang ini sebagai salah satu turnamen domino diawal tahun 2026.
Dihadapan peserta yang bertanding, IAS menegaskan bahwa olahraga domino bukanlah sekadar permainan tradisional, melainkan cabang olahraga yang mengasah kecerdasan berpikir, konsentrasi, serta membangun ikatan persaudaraan yang kuat di tengah masyarakat.
“Domino adalah olahraga otak yang bukan hanya melatih strategi dan logika, tetapi juga mampu membangun persatuan dan silaturahmi yang sangat kuat. Karena itu, sportivitas dan kejujuran harus menjadi fondasi utama dalam setiap pertandingan,” tegas IAS.
Dikesempatan itu, IAS menekankan pentingnya menjaga persaudaraan dan menghindari segala bentuk kecurangan yang dapat mencederai nilai kebersamaan.
Ke depan, PORDI Sulsel berkomitmen menyusun regulasi yang semakin memperkuat integritas dan profesionalisme pertandingan domino. IAS berharap semakin banyak turnamen Gardu-gardu, semakin banyak bibit-bibit profesional di Sulsel.
Sementara ketua Gardu Ayudya, Hj. Yusni Asmadi mengapresiasi kedatangan, IAS selaku ketua pengurus Provinsi PORDI Sulsel bersama jajara pengurusnya menyaksikan turnamen domino Gardu Ayudya.
Bagi, Hj. Yusni Asmadi mengapresiasi kedatangan, Ketua Pengurus Provinsi PORDI Sulsel bersama jajarannya dalam turnamen II Gardu Ayudya. Diapun memuji kepemimpinan, IAS yang mendukung Gardu-gardu Domino untuk terus berbuat dalam menghadirkan bibit-bibit profesional di Sulsel.
“Kami bangga turnamen ini dibuka langsung oleh pak IAS yang merupakan ketua pengurus Provinsi PORDI Sulsel. Sebuah kebanggaan kami di Gardu Ayudya didatangi langsung oleh pak IAS. Ini merupakan bukti jika pak, IAS senantiasa mensupport kami dalam perekrutan atlet domino di Kota Makassar, dan di Sulsel pada khususunya,”jelas, Hj. Yusni Asmadi.

