Dayadigital.id, Makassar – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (UNHAS) melaksanakan delapan program kerja pengabdian masyarakat di Desa Sipodeceng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang. Program-program tersebut menyasar berbagai sektor strategis, mulai dari lingkungan, pendidikan, ekonomi, peternakan, hukum, hingga ketahanan pangan desa sebagai upaya mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.
Pada sektor lingkungan, mahasiswa KKN-T UNHAS melaksanakan penataan lingkungan melalui pembongkaran bangunan tua yang tidak layak pakai untuk dialihfungsikan menjadi Koperasi Merah Putih Desa Sipodeceng. Kegiatan yang berlangsung pada 2–8 Januari 2026 ini menjadi wujud nyata kolaborasi mahasiswa dan masyarakat dalam menumbuhkan semangat gotong royong. Selain itu, rehabilitasi fasilitas desa juga dilakukan dengan memperindah lapangan desa di belakang BUMDes melalui kegiatan pembersihan dan pengecatan yang dimulai pada 2 Februari 2026, guna menciptakan ruang publik yang lebih nyaman bagi warga.
Di bidang pendidikan keagamaan, mahasiswa KKN melaksanakan Kelas Terjemah Al-Qur’an Dasar berbasis Metode Tamyiz bagi anak-anak TPA Desa Sipodeceng. Program individu yang dilaksanakan oleh Halisa Magfirah dari Fakultas Ilmu Budaya ini berlangsung sejak 4 Januari hingga 4 Februari 2026 dan bertujuan meningkatkan literasi Al-Qur’an melalui metode penerjemahan kata per kata. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan anak-anak dalam mengikuti pembelajaran dan diskusi interaktif selama kegiatan berlangsung.
Penguatan ekonomi desa dilakukan melalui program Sipodeceng Digital Branding, berupa pendampingan digitalisasi UMKM dengan fokus optimalisasi Google Maps sebagai sarana promosi usaha. Program yang digagas oleh Mesya Payung Allo dari Fakultas Ekonomi ini dilaksanakan pada 19 Januari 2026 dengan membantu pelaku UMKM mendaftarkan lokasi usaha, mengunggah foto produk, serta mengelola ulasan pelanggan agar jangkauan pemasaran semakin luas.
Sementara itu, pada sektor peternakan, mahasiswa KKN melaksanakan edukasi pemeliharaan itik pada 7 Januari 2026. Program individu oleh Muh. Gibran F dari Fakultas Peternakan ini memberikan pemahaman kepada warga terkait manajemen kandang, pakan seimbang, kebersihan kandang, biosecurity, serta diskusi permasalahan peternak, seperti penurunan produksi telur dan pencegahan penyakit.
Di bidang hukum, Annisa Zalsabila dari Fakultas Hukum UNHAS melaksanakan penyuluhan hukum dengan tema “Penguatan Literasi dan Kesadaran Hukum Waris Menuju Masyarakat yang Berdaya dan Harmonis” pada 13 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hukum waris, mencegah potensi sengketa, serta mendorong penyelesaian konflik keluarga secara musyawarah dan kekeluargaan.
Selain itu, mahasiswa KKN-T UNHAS juga melaksanakan dua program terintegrasi di sektor lingkungan dan pertanian, yakni penyediaan serta penanaman bibit dalam penerapan sistem agroforestry. Program penyediaan 2.500 bibit tanaman sirsak, rambutan, langsat, dan jambu ditanggungjawabi oleh Mulyani dari Fakultas Kehutanan, sementara penanaman bibit di lahan warga dilaksanakan oleh Imam Dharmawan dari Fakultas Kehutanan. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 8 Januari 2026 di Kantor Desa Sipodeceng dan lahan masyarakat, serta dihadiri oleh Sekretaris Camat Baranti, Danramil, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPD, perangkat desa, kader Gapoktan, dan tokoh masyarakat.
Kepala Desa Sipodeceng, Naming Pallajareng, S.IP., mengapresiasi peran aktif mahasiswa KKN-T UNHAS yang dinilai sejalan dengan visi desa dalam mendorong pemanfaatan lahan secara berkelanjutan dan ramah lingkungan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui pelaksanaan delapan program kerja tersebut, mahasiswa KKN-T UNHAS Gelombang 115 berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Desa Sipodeceng secara holistik, memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam mewujudkan desa yang berdaya, produktif, dan berkelanjutan.

