UMI Mengajar: Konten Positif Biar Sekolah Aman, Dosen UMI Gas Literasi Media Cegah Kekerasan Seksual di SMAN 23 Makassar

Dayadigital.id, Makassar – UMI Mengajar kembali hadir melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat bertema “Dakwah Digital dan Literasi Media merupakan Upaya Mencegah Kekerasan Seksual di Dunia Pendidikan” yang dilaksanakan di SMA Negeri 23 Makassar pada 9 Februari–9 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi wujud kontribusi akademisi UMI dalam merespons tantangan sosial di era digital, khususnya pencegahan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.

Program UMI Mengajar ini melibatkan kolaborasi tiga dosen lintas disiplin, yakni Hijriani, S.Sos., M.I.Kom Dosen Prodi Ilmu Komunikasi, Zulkifli Wahab, S.Ag., M.H. Dosen Prodi Hukum Keluarga, serta Abd. Rahim, S.Kom.I., M.Sos. Dosen Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam. Sinergi ini menghadirkan pendekatan komprehensif dari sisi komunikasi, regulasi hukum, hingga dakwah berbasis digital.

Rangkaian kegiatan diisi dengan seminar edukatif, diskusi interaktif, pelatihan literasi media, serta praktik pembuatan konten digital untuk kampanye pencegahan kekerasan seksual. Materi menekankan kemampuan berpikir kritis dalam menyaring informasi, etika bermedia sosial, serta pemahaman regulasi dan mekanisme perlindungan korban di lingkungan pendidikan.

Hijriani menegaskan bahwa literasi media adalah bekal penting agar pelajar lebih cerdas dan bertanggung jawab di ruang digital. “Dengan literasi yang baik, siswa dapat membedakan informasi yang benar dan menyesatkan, sekaligus lebih waspada terhadap konten negatif,” ujarnya.

Sementara itu, Zulkifli Wahab menekankan urgensi pemahaman hukum serta peran keluarga dan institusi pendidikan dalam pencegahan maupun penanganan kasus. Menurutnya, perlindungan korban membutuhkan sinergi sekolah, orang tua, dan masyarakat.

Abd. Rahim menambahkan bahwa dakwah digital dapat menjadi media strategis untuk menyebarkan nilai moral dan edukatif yang relevan dengan dunia pelajar. Melalui konten kreatif dan persuasif, pesan pencegahan kekerasan seksual dapat menjangkau siswa lebih efektif dan mendorong budaya saling menghormati di sekolah.

Program UMI Mengajar ini mendapat respons positif dari siswa dan tenaga pendidik SMAN 23 Makassar. Antusiasme peserta tampak dari partisipasi aktif dalam diskusi serta komitmen menjadi agen literasi media dan penggerak kampanye sekolah ramah anak.

Melalui program ini, UMI berharap terbangun kesadaran kolektif bahwa literasi media dan dakwah digital yang edukatif merupakan langkah preventif untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, bermartabat, dan bebas dari kekerasan seksual.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *