Dayadigital.id, Makassar – Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar peringatan Nuzulul Quran 1447 Hijriah yang dirangkaikan launching short movie series UMI berjudul “Kesempatan”, di Auditorium Al-Jibra Kampus II UMI, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Kamis (5/2/2026).
Film ‘Kesempatan’ ini merupakan film pertama dari film serial bertajuk ‘Mahasiswa UMI punya cerita’. Kegiatan ini dihadiri jajaran pimpinan universitas, pengurus Yayasan Wakaf UMI, dosen, mahasiswa, serta civitas akademika.
Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH, MH, mengatakan, momentum tersebut menjadi ruang refleksi spiritual sekaligus penguatan nilai dakwah dalam kehidupan akademik di lingkungan kampus.
“Peringatan Nuzulul Quran memiliki makna penting sebagai pengingat bahwa Al-Qur’an berada di atas budaya, tradisi, bahkan kemajuan zaman. Dalam perjalanan peradaban manusia yang terus berkembang, terdapat kompas nilai yang tidak boleh hilang, yakni Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam,” terangnya.
“Nuzulul Quran berada di atas budaya, di atas tradisi, bahkan di atas kemajuan zaman. Ada kompas nilai dan tradisi yang tidak boleh hilang dari kehidupan kita,” sambung Prof. Hambali Thalib.
Prof Hambali menegaskan bahwa UMI sebagai institusi pendidikan berbasis dakwah memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga nilai-nilai tersebut dalam setiap aktivitas akademik maupun sosial. UMI tidak hanya ingin berkembang dalam aspek kuantitas atau statistik, tetapi juga dalam keberkahan yang dihasilkan dari setiap proses pendidikan yang dijalankan.
“Pada peringatan Nuzulul Quran periode ini, kita ingin membersamai. UMI tidak hanya ingin besar dalam statistik, tetapi juga besar dalam keberkahan,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Yayasan Wakaf (YW) UMI Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, MA, menyampaikan harapannya agar UMI terus berkembang sebagai institusi pendidikan yang berkontribusi besar bagi umat dan bangsa.
Profesor Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan (FSIKP) UMI ini menegaskan, Yayasan Wakaf UMI akan terus mendorong penguatan kualitas pendidikan, riset, serta pengabdian masyarakat yang sejalan dengan nilai-nilai keislaman.
“Penguatan karakter dan spiritualitas menjadi fondasi penting dalam membangun generasi unggul di masa depan,” tuturnya.
Ketua Pembina YW UMI, Prof. Dr. H. Mansyur Ramli, SE, M.Si, menilai peringatan Nuzulul Quran menjadi momentum untuk memperkuat integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Al-Qur’an dalam sistem pendidikan.
Ia menekankan bahwa perguruan tinggi Islam memiliki tanggung jawab strategis dalam melahirkan intelektual yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral.
Sedangkan untuk launching film dilakukan langsung oleh Rektor UMI bersama pimpinan YYayasan Wakaf UMI, didampingi seluruh aktor mahasiswa yang terlibat.
Film tersebut mengangkat pesan inspiratif tentang kesempatan, perjuangan, dan nilai kehidupan yang relevan dengan generasi muda, khususnya mahasiswa. Ini mengangkat isu tentang Artificial Intelegence (AI).
Peluncuran film ini menjadi salah satu upaya UMI dalam memanfaatkan media kreatif. Tujuannya, untuk menyampaikan pesan moral dan dakwah kepada masyarakat luas.
Ini sekaligus mendorong kreativitas mahasiswa di bidang perfilman dan konten digital. Film pendek tersebut kini bisa di saksikan di youtube UMI.
Film pendek “Kesempatan” mengangkat kisah emosional tentang seorang pemuda yang harus menghadapi kehilangan besar dalam hidupnya setelah sang ibu meninggal dunia.
Duka yang mendalam membuatnya terpuruk dan mengalami depresi, hingga perlahan menjauh dari kehidupan sosial dan harapan masa depan.
Dalam kesendiriannya, ia terus dihantui kenangan tentang ibunya yang selama ini menjadi sumber kekuatan dan tempatnya pulang.
Di tengah keterpurukan itu, perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) menghadirkan pengalaman yang tak terduga.
Melalui teknologi yang mampu menghadirkan kembali wajah sang ibu secara digital, pemuda tersebut seakan mendapat kesempatan untuk merasakan kembali kehadiran sosok yang paling ia rindukan.
Momen tersebut perlahan membangkitkan semangat hidupnya, membantunya menerima kenyataan, serta memberi harapan baru untuk melanjutkan hidup dengan lebih kuat.

