Dua Guru Besar FSIKP UMI Dikukuhkan, Dorong Peran Sastra, Puisi dan Literasi di Era Global

Dayadigital.id, Makassar – Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi dan Pendidikan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar kembali memperkaya khazanah keilmuan dengan melahirkan dua guru besar baru di bidang kritik sastra dan literasi.

Keduanya adalah Prof. Dr. H Muliadi, M.Hum dan Prof. Dr. Muhammad Yunus, M.Pd yang dikukuhkan dalam Sidang Senat Terbuka di Auditorium Al Jibra UMI, Rabu (24/12/2025).

Pengukuhan ini menambah deretan Guru Besar di UMI menjadi 114 orang, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai perguruan tinggi swasta dengan jumlah Guru Besar terbanyak di Indonesia.

Pengukuhan ini juga menandai bertambahnya jumlah Guru Besar aktif di lingkungan FSIKP UMI menjadi 6 Guru Besar, sekaligus memperkuat posisi fakultas tersebut sebagai salah satu pusat kajian sastra, bahasa, komunikasi dan pendidikan di wilayah Indonesia Timur.

Usai serah terima mandat sebagau guru besar UMI, kedua Profesor juga disambut dengan hangat oleh sejumlah civitas akademika di Aula FSIKP.

Dalam sambutannya, Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof Dr Hj. Masrurah Mokhtar, M.Hum yang juga Guru Besar pertama di FSIKP UMI, sangat mengapresiasi hal ini. Dirinya memotivasi dan mendoakan para dosen lingkup FSIKP agar bisa juga secepatnya mencapai gelar Profesor.

“Allah SWT akan mengangkat derajat mereka yang berpengetahuan. Menjadi guru besar merupakan puncak karir seorang dosen, karena itu amanah ini harus selalu dijaga agar martabat keilmuan, keteladanan mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara Dekan FSIKP, Dr Rusdiah, M.Hum berharap kehadiran dua guru besar dalam lingkup FSIKP semakin memperkuat kolaborasi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan difakultas ini.

Kedua profesor diharapkan dapat terus mendorong inovasi dalam penelitian dan pengabdian masyarakat, sesuai dengan amanah yang disampaikan Rektor dan Senat guru Besar.

“Selamat atas pencapaian gelar Guru Besar ini. Pencapaian ini tentunya mustahil dicapai sendirian. Ini adalah buah dari kerja keras, doa dan dukungan kolega dan orang-orang tercinta,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam orasi ilmiah saat pengukuhan Guru Besar, Prof. Dr. H Muliadi, M.Hum memaparkan penelitian berjudul “Teks Puisi sebagai Rujukan Merunut dan Memaknai Nilai Sosial yang Telah Termumifikasi (Kajian Hermeneutika Nilai Religius dan Nilai Kearifan Alam Puisi)”.

Ia menjelaskan bagaimana teks puisi sebagai kajian sastra dapat menjadi sarana menghidupkan kembali nilai-nilai religius dan kearifan alam yang terkandung di dalamnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Muh. Yunus, M.Pd., dalam orasinya bertajuk “Meningkatkan Kemampuan Menulis Paragraf di Era Global: Sebuah Perspektif Keilmuan Keislaman dan Kontribusi Peradaban” menyoroti tantangan literasi di tingkat global, khususnya kemampuan menulis dikalangan mahasiswa.

Ia menawarkan perspektif keIslaman untuk membangun kontribusi peradaban melalui penguasaan literasi yang baik.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *