Dayadigital.id, Gowa – Forum Komunikasi Gerakan Pelanjut Sultan Hasanuddin (FKGP-SH) menggelar zikir dan doa bersama dalam rangka memperingati Haul ke-356 wafatnya Pahlawan Nasional Sultan Hasanuddin, yang dikenal dengan julukan Ayam Jantan dari Timur. Kegiatan berlangsung khidmat di Kompleks Makam Raja-Raja Gowa, Ri Takabassia, Jalan Pallantikang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, di tengah rintik hujan yang mengiringi jalannya acara.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Majelis Pemangku Adat Tinggi Kerajaan Gowa (MPAT-KG), Andi Bau Malik Barammamase Karaengta Tukkajannangngang, Ketua Umum FKGP-SH Andi Pangerang Nur Akbar, tokoh agama, pemerhati adat dan budaya, masyarakat, serta para keturunan dan generasi pelanjut Sultan Hasanuddin.
Ketua Umum FKGP-SH, Andi Pangerang Nur Akbar yang akrab disapa Andi Eang, mengatakan bahwa peringatan haul ini bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menjadi momentum untuk menanamkan kembali nilai-nilai perjuangan Sultan Hasanuddin kepada generasi muda.
Menurutnya, Sultan Hasanuddin merupakan simbol keberanian, keteguhan, dan semangat mempertahankan kedaulatan bangsa yang patut menjadi teladan bagi masyarakat Indonesia, khususnya generasi penerus di Sulawesi Selatan.
“VOC Belanda tidak pernah memberikan gelar kepada musuh-musuhnya, kecuali kepada satu nama, yaitu Sultan Hasanuddin yang mereka juluki De Haantjes van het Oosten atau Ayam Jantan dari Timur. Julukan itu menunjukkan betapa besar keberanian dan pengaruh beliau dalam menghadapi penjajahan,” ujar Andi Eang.
Ia menjelaskan bahwa Sultan Hasanuddin sebagai Raja Gowa ke-16 berhasil membawa Kerajaan Gowa mencapai masa kejayaan yang diperhitungkan bangsa-bangsa lain, terutama melalui jalur perdagangan internasional. Semangat perjuangan tersebut, kata dia, perlu terus diwariskan kepada generasi muda sebagai inspirasi dalam menghadapi tantangan zaman.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak generasi muda untuk meneladani semangat perjuangan Sultan Hasanuddin dalam mempertahankan kedaulatan dan kehormatan bangsanya. Nilai-nilai keberanian, kepemimpinan, dan kecintaan terhadap tanah air harus terus hidup dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam penyelenggaraan pemerintahan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Humas FKGP-SH, Andi Awal Karuwisi, menyampaikan bahwa peringatan haul Sultan Hasanuddin merupakan agenda tahunan yang rutin dilaksanakan oleh FKGP-SH sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa-jasa sang pahlawan nasional.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut sehingga dapat berjalan dengan lancar dan penuh khidmat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan semua pihak yang telah membantu sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Kami berharap pelaksanaan tahun depan dapat lebih baik lagi, dan kami mohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan kegiatan ini,” ujarnya.
Menurut Andi Awal, tujuan utama haul ini adalah untuk mengenang jasa-jasa besar Sultan Hasanuddin sebagai pahlawan nasional sekaligus mempererat silaturahmi antar generasi pelanjut Sultan Hasanuddin.
Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi sarana edukasi sejarah dan budaya bagi masyarakat agar nilai-nilai perjuangan, keteladanan, keberanian, dan semangat persatuan yang diwariskan Sultan Hasanuddin dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui zikir dan doa bersama ini, FKGP-SH berharap semangat perjuangan Sultan Hasanuddin tetap hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi masa kini untuk terus menjaga persatuan, memperkuat identitas budaya, serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan daerah.

