Densus 88 AT Polri Edukasi 300 Siswa SMAN 109 Jakarta Tentang Pencegahan Paham IRET

Dayadigital.id, Jakarta – Direktorat Pencegahan Densus 88 Antiteror Polri menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan pada rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMAN 109 Jakarta yang dipadukan dengan sosialisasi Surat Edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengenai pembatasan penggunaan gawai di lingkungan pendidikan. Kegiatan yang berlangsung di Masjid SMAN 109 Jakarta ini diikuti oleh sekitar 300 peserta didik baru.

Materi disampaikan oleh IPDA Muhammad Audi Aqshal Afandi dan Brigadir Aryo Gilang F. Kegiatan turut dihadiri Kepala SMAN 109 Jakarta Juliana Sri Mulyati, S.Pd., M.M., Ketua Panitia MPLS Fergianti, serta perwakilan dewan guru.

Dalam pemaparannya, tim Direktorat Pencegahan Densus 88 AT Polri memberikan edukasi mengenai upaya pencegahan penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) di lingkungan pendidikan. Para peserta diajak untuk meningkatkan literasi digital, memiliki sikap kritis dalam menyaring informasi, serta tidak mudah terpengaruh oleh konten provokatif maupun ajakan dari kelompok yang mengarah pada paham radikal.

Selain itu, tim juga menyosialisasikan Surat Edaran Kemendikdasmen terkait pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah. Sosialisasi tersebut menekankan pentingnya pemanfaatan perangkat digital secara bijak, bertanggung jawab, dan mendukung proses pembelajaran, sekaligus mencegah penyalahgunaan media digital yang berpotensi menjadi sarana penyebaran paham radikal maupun konten negatif lainnya.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama kegiatan, yang mencerminkan meningkatnya pemahaman siswa mengenai pentingnya menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai toleransi, serta memanfaatkan teknologi digital secara positif sebagai bagian dari pembentukan karakter pelajar Indonesia yang berwawasan kebangsaan.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *