Dayadigital.id, Makassar – Pimpinan Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan (FSIKP) Universitas Muslim Indonesia (UMI) mengunjungi mahasiswa yang tengah mengikuti Program Pencerahan Qalbu di Pesantren Darul Muhlisin, Padang Lampe, Kabupaten Pangkep, Rabu (29/7/2026).
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Dekan FSIKP UMI, Dr. Hj. Nurjannah Abna, M.Pd didampingi para wakil dekan dan ketua program studi di lingkungan FSIKP UMI.
Suasana haru dan penuh keakraban tampak mewarnai pertemuan tersebut. Para mahasiswa mengaku gembira dan antusias menerima kunjungan pimpinan fakultas yang datang untuk memberikan dukungan serta motivasi secara langsung.
Dalam sambutannya, Nurjannah Abna menegaskan bahwa Program Pencerahan Qalbu bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter mahasiswa sesuai visi Universitas Muslim Indonesia.
“Program ini merupakan bagian dari upaya melahirkan sumber daya manusia yang berilmu, beramal, berakhlakul karimah, dan memiliki daya saing tinggi,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa mahasiswa FSIKP yang mempelajari bahasa, sastra, komunikasi, dan kebudayaan harus memiliki hati yang bersih agar ilmu yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, kemampuan berkomunikasi tanpa diiringi akhlak yang baik justru dapat menimbulkan dampak negatif. Karena itu, ia mengutip hadis Rasulullah SAW tentang pentingnya menjaga hati sebagai sumber baik dan buruknya perilaku manusia.
Dalam arahannya, Nurjannah menekankan tiga pesan utama kepada mahasiswa. Pertama, meluruskan niat dalam menuntut ilmu sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT sekaligus membanggakan orang tua.
Kedua, menjaga lisan dan etika komunikasi, baik secara langsung maupun di ruang digital. Ketiga, menjadikan Program Pencerahan Qalbu sebagai momentum muhasabah dan memperbaiki kualitas ibadah serta akhlak.
Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan program tersebut secara maksimal sehingga kembali ke kampus sebagai pribadi yang lebih taat, disiplin, berakhlakul karimah, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
Kunjungan pimpinan fakultas itu ditutup dengan silaturahmi dan dialog bersama mahasiswa. Momen tersebut semakin mempererat hubungan antara pimpinan fakultas dan mahasiswa yang sedang mengikuti pembinaan karakter di pesantren.

