Dayadigital.id, Bali – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Juda Agung, mengajak seluruh insan Kementerian Keuangan di Bali untuk terus memperkuat integritas, menghadirkan inovasi, serta membangun budaya belajar. Pesan tersebut disampaikan Wamenkeu Juda Agung saat menghadiri Townhall Kemenkeu Satu Bali, Kamis (30/7).
Mengawali sambutannya, Wamenkeu Juda Agung menyampaikan apresiasi atas semangat kolaborasi Kemenkeu Satu di Provinsi Bali yang dinilainya telah berjalan dengan baik.
“Dari empat kanwil terlihat sangat kompak. Ini menunjukkan spirit Kemenkeu Satu sudah terwujud dengan baik,” jelasnya.
Lebih lanjut, di hadapan jajaran Kementerian Keuangan di wilayah Bali, Wamenkeu Juda menegaskan bahwa kepercayaan publik merupakan modal utama yang harus terus dijaga oleh seluruh pegawai. Menurutnya, integritas adalah kunci yang paling penting bagi sebuah lembaga, termasuk Kementerian Keuangan.
“Jaga integritas ini adalah kunci yang paling penting bagi sebuah lembaga. Kalau lembaga itu tidak dipercaya, tidak ada trust terhadap lembaga itu, itu tidak credible dan semua apa yang kita sampaikan itu akan tidak didengar oleh masyarakat. Jadi, jaga integritas dan kepercayaan publik terhadap lembaga ini,” tegas Wamenkeu Juda.
Selain menjaga integritas, Wamenkeu Juda Agung juga mendorong seluruh unit kerja untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Transformasi digital harus menjadi budaya yang dimiliki setiap pegawai agar pelayanan publik semakin cepat, efisien, dan sederhana.
“Digitalisasi is a must, dan kita tidak bisa meninggalkan atau tidak bisa kita serahkan kepada hanya satu dua orang atau pun satu unit. Kalau yang lain gak punya ini, sense of digital. Jadi digitalisasi ini harus dimiliki oleh semua orang, sehingga di dalam melayani publik, itu akan lebih cepat, lebih efisien, lebih less birokratik,” ujarnya.
Ia mencontohkan pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang mulai diterapkan di berbagai unit Kementerian Keuangan sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas layanan dan pengambilan kebijakan berbasis data.
Tidak hanya itu, Wamenkeu Juda Agung juga mengingatkan pentingnya budaya continuous learning di tengah perubahan lingkungan yang berlangsung sangat cepat. Setiap pegawai perlu terus mengembangkan kompetensi agar mampu menghadapi tantangan baru dalam pengelolaan keuangan negara.
“Jangan bosan untuk belajar, continuous learning. Jadi tolong continuous learning, terus belajar apapun yang tentu saja terutama yang di bidang Saudara,” pungkasnya.

