Cara Biar Gen Z dan Alpha Tidak Skip Berita Media Massa, Jadi Tema Temu Pakar Komunikasi UMI

Dayadigital.id, Makassar — Media massa dituntut untuk terus bertransformasi mengikuti pola konsumsi informasi generasi Z dan Alpha yang serba cepat, visual, dan ringkas. Isu tersebut menjadi topik utama dalam kegiatan Communication Meet The Expert yang digelar Program Studi Ilmu Komunikasi FSIKP UMI, Sabtu (15/11), di Enreco Coffee.

Dalam pemaparannya, Direktur Dayadigital.id, Muhammad Alwi, menegaskan bahwa media massa tidak boleh tertinggal di era dominasi media sosial. Ia menyebut, berita yang panjang dan monoton kini dianggap tidak relevan bagi generasi muda yang menginginkan konten yang langsung pada intinya.

“Media sosial bukan ancaman, melainkan alat bantu. Media massa digital harus beradaptasi dan merancang berita sesuai cara masyarakat saat ini mengonsumsi informasi,” ujar Alwi, yang juga merupakan alumni Ilmu Komunikasi UMI.

Alwi menambahkan bahwa media massa perlu memanfaatkan kekuatan media sosial untuk memperkuat distribusi berita yang kredibel sekaligus menjangkau audiens yang lebih luas. Menurutnya, strategi integratif antara media massa dan media sosial menjadi kunci agar berita tetap relevan.

Kegiatan yang dihadiri puluhan mahasiswa ini mendapat antusiasme tinggi. Dua peserta, Nur Hikmah dan Nur Intan, mengaku memperoleh banyak wawasan baru mengenai industri media dan pola konsumsi informasi generasi saat ini.

“Jadi lebih paham gambaran industri media sekarang. Para expert benar-benar kasih insight yang sangat aplikatif,” ungkap Nur Intan.

Sementara itu, Kepala Lab Komunikasi dan Multimedia, Muhammad Idris, menyampaikan bahwa pemahaman langsung dari para praktisi menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebelum terjun ke dunia kerja. Ia menilai kegiatan seperti ini harus terus diperkuat untuk menjawab tantangan perkembangan komunikasi digital.

Pada akhirnya, pesan utama yang disampaikan dalam kegiatan ini jelas: agar berita tidak di-skip oleh Gen Z dan Alpha, media massa harus menghadirkan konten yang singkat, padat, visual, dan kekinian. Jika tidak, audiens muda akan dengan mudah melewatinya begitu saja.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *