Gerak Cepat Edison Sitorus, 11 Unit Ambulans untuk Warga Banten II

Dayadigital.id, Serang – Sirene ambulans mungkin terdengar biasa bagi sebagian orang. Namun, bagi warga yang membutuhkan pertolongan medis, suara itu bisa menjadi penanda datangnya bantuan di saat paling dibutuhkan.

Semangat itulah yang coba dihadirkan Anggota DPR RI dari Fraksi PAN Edison Sitorus di daerah pemilihannya. Menjelang peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN), Edison kembali menggiatkan berbagai kegiatan kemanusiaan dan kemasyarakatan dengan menyerahkan bantuan 11 unit ambulans bagi masyarakat di Dapil Banten II.

Kegiatan tersebut berlangsung Minggu (23/8/2026) dan turut didampingi Anggota DPR RI dari Fraksi PAN Verrell Bramasta.

Bagi Edison, bantuan tersebut bukan sekadar penambahan kendaraan operasional. Ambulans merupakan bagian dari upaya mendekatkan akses pertolongan kepada masyarakat, terutama warga yang membutuhkan mobilitas cepat menuju fasilitas kesehatan.

“Bagi saya, menjadi wakil rakyat bukan hanya hadir di ruang sidang atau menyampaikan aspirasi di parlemen. Yang jauh lebih penting adalah memastikan masyarakat merasakan kehadiran kita ketika mereka membutuhkan. Bantuan 11 ambulans ini adalah bagian kecil dari upaya kami untuk mendekatkan pelayanan dan pertolongan kepada masyarakat Banten,” ujar Edison.

Dapil Banten II mencakup Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon. Ketiga wilayah tersebut memiliki karakter masyarakat dan tantangan pelayanan publik yang beragam, mulai dari wilayah perkotaan hingga kawasan dengan sebaran permukiman yang luas.

Kebutuhan terhadap penguatan layanan kesehatan juga menjadi persoalan yang masih perlu mendapat perhatian. Data perencanaan tenaga kesehatan Kementerian Kesehatan menunjukkan masih terdapat kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan sejumlah tenaga kesehatan di wilayah Banten II.

Di Kabupaten Serang, misalnya, kebutuhan tenaga ahli teknologi laboratorium medik tercatat jauh lebih besar dibandingkan jumlah yang tersedia. Kondisi serupa juga terlihat di Kota Serang dan Kota Cilegon.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa penguatan pelayanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fasilitas kesehatan dan pemenuhan tenaga medis, tetapi juga membutuhkan dukungan sarana transportasi yang dapat menjangkau masyarakat secara cepat.

Di titik inilah keberadaan ambulans memiliki arti penting.

Kendaraan tersebut dapat menjadi penghubung antara masyarakat dengan fasilitas pelayanan kesehatan, terutama bagi warga yang menghadapi kondisi darurat atau membutuhkan rujukan ke rumah sakit.

Namun, bagi Edison, kerja kemanusiaan tidak boleh berhenti pada penyediaan sarana.

Ia ingin membangun ekosistem sosial yang memungkinkan masyarakat saling membantu. Karena itu, gerakan tersebut turut melibatkan sekitar 2.000 relawan yang menyatakan kesiapan untuk bergerak dalam berbagai kegiatan kemanusiaan dan kemasyarakatan di Dapil Banten II.

“Saya sangat mengapresiasi semangat sekitar 2.000 relawan yang siap bergerak bersama untuk kegiatan kemanusiaan dan kemasyarakatan. Ini bukan soal siapa yang paling depan, tetapi bagaimana kita membangun kekuatan gotong royong agar ketika ada masyarakat yang membutuhkan, kita bisa bergerak cepat,” kata Edison.

Politik yang Hadir di Tengah Masyarakat

Gerakan Edison tersebut menggambarkan pendekatan yang ingin dibangun melalui kegiatan kedapilan: menjadikan hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat tidak berhenti pada agenda seremonial.

Banten II merupakan wilayah yang memiliki karakter strategis. Kabupaten Serang memiliki wilayah yang luas dengan masyarakat yang tersebar di berbagai kecamatan. Kota Serang menjadi pusat pemerintahan Provinsi Banten, sementara Kota Cilegon berkembang sebagai salah satu kawasan industri penting.

Karakter tersebut membuat kebutuhan masyarakat menjadi beragam. Di satu sisi terdapat kebutuhan terhadap penguatan pelayanan kesehatan dan sosial, sementara di sisi lain masyarakat juga menghadapi persoalan ekonomi, pendidikan, lapangan kerja, hingga infrastruktur dasar.

Bagi Edison, keberagaman persoalan tersebut membutuhkan kehadiran wakil rakyat yang tidak berjarak dengan masyarakat.

“Banten adalah rumah perjuangan saya. Karena itu, saya ingin terus hadir bersama masyarakat, mendengar persoalan mereka, dan mencari jalan keluar yang bisa kita lakukan bersama. Saya percaya, politik yang baik adalah politik yang menghadirkan manfaat dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” tuturnya.

Kegiatan tersebut turut didampingi Anggota DPR RI dari Fraksi PAN Verrell Bramasta. Kehadiran Verrell menjadi bagian dari kolaborasi kader PAN dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Bagi Edison, kolaborasi menjadi penting karena persoalan masyarakat tidak dapat diselesaikan oleh satu orang atau satu kelompok saja. Dibutuhkan jejaring, relawan, komunitas, pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.

Ketika Sirene Menjadi Simbol Kepedulian

Sebelas ambulans yang diberikan Edison pada akhirnya bukan hanya tentang kendaraan.

Ada keluarga yang membutuhkan akses cepat ke rumah sakit. Ada warga lanjut usia yang memerlukan pendampingan. Ada masyarakat yang harus dirujuk dari satu fasilitas kesehatan ke fasilitas lainnya. Dan ada pula kebutuhan kemanusiaan lain yang terkadang datang tanpa bisa diprediksi.

Dalam kondisi seperti itu, kecepatan menjadi sangat berarti.

“Ambulans ini bukan sekadar kendaraan. Di dalamnya ada harapan masyarakat agar ketika ada keluarga yang sakit, ketika terjadi keadaan darurat, atau ketika ada warga yang membutuhkan pertolongan, mereka tidak merasa sendirian. Saya ingin masyarakat Banten tahu bahwa ada orang-orang yang siap bergerak bersama mereka,” ujar Edison.

Pesan itu menjadi penting menjelang HUT ke-28 PAN. Di tengah momentum peringatan partai, Edison memilih memperkuat kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di daerah pemilihannya.

Bukan hanya melalui bantuan, tetapi juga dengan membangun jaringan relawan yang siap bergerak.

Sekitar 2.000 relawan menjadi kekuatan sosial yang diharapkan dapat memperluas jangkauan kegiatan kemanusiaan di Banten II. Mereka menjadi bagian dari mata dan tangan yang berada lebih dekat dengan masyarakat.

Bagi Edison, pengabdian sebagai wakil rakyat pada akhirnya tidak mengenal sekat antara ruang parlemen dan daerah pemilihan.

Aspirasi masyarakat memang dapat disampaikan melalui ruang rapat DPR RI. Namun, makna kehadiran seorang wakil rakyat akan semakin terasa ketika masyarakat melihat ada tindakan nyata yang menyertai aspirasi tersebut.

Sebelas ambulans yang kini siap bergerak di tengah masyarakat Banten II menjadi simbol dari semangat itu.

Ketika sirene berbunyi, yang bergerak bukan sekadar sebuah kendaraan. Di dalamnya ada harapan, kepedulian, dan semangat gotong royong untuk memastikan masyarakat tidak menghadapi persoalannya seorang diri.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *