Tiga Mahasiswa PBSI UMI Terpilih Ikuti Pelatihan BIPA Balai Bahasa Sulsel

Dayadigital.id, Makassar – Tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan (FSIKP) Universitas Muslim Indonesia (UMI) terpilih mengikuti Penguatan Kecakapan Mitra Tutur bagi Mahasiswa Pendamping Pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

Ketiganya yakni Al Musawwir, Messi Derfitazkiyah Mamonto, dan Tazkia Aulia.

Mereka menjadi bagian dari 25 mahasiswa terpilih dari delapan perguruan tinggi di Sulawesi Selatan dalam kegiatan yang digelar Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, pada 6-7 Oktober 2026 di Aula Balai Bahasa Sulsel, Makassar.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan Bulan Bahasa dan Sastra 2026 dengan tema “Bahasa Indonesia Mendunia, Saatnya Pemuda Bergerak Lewat BIPA”.

Ketiga mahasiswa PBSI UMI itu sebelumnya telah memiliki pengalaman dalam pembelajaran BIPA. Saat ini, mereka juga bertugas sebagai pendamping mahasiswa BIPA di FSIKP UMI, khususnya mahasiswa KNB.

Selama dua hari pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan terkait kebijakan penginternasionalan bahasa Indonesia, Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), kompetensi pengajar BIPA, hingga praktik penyusunan bahan ajar dan pengajaran BIPA.

Ketua Prodi PBSI FSIKP UMI, Umar Mansyur, S.Pd., M.Pd., berharap pengalaman tersebut dapat langsung diterapkan dalam pendampingan mahasiswa BIPA di lingkungan FSIKP UMI.

“Kami berharap ketiga mahasiswa PBSI ini pulang dengan bekal yang bisa langsung dipraktikkan dalam pendampingan mahasiswa KNB di fakultas kami. Lebih dari itu, kami ingin pengalaman ini menumbuhkan kecakapan mengajar BIPA yang kelak menjadi nilai tambah lulusan PBSI,” kata Umar.

Ia juga berharap ketiganya dapat membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada mahasiswa lain sehingga penguatan BIPA di PBSI UMI dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Wakil Dekan III FSIKP UMI, Muhammad Idris, S.Sos., M.I.Kom., mengapresiasi keterlibatan tiga mahasiswa tersebut dalam program yang diselenggarakan Balai Bahasa Sulsel.

Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan semakin terbukanya keberanian mahasiswa FSIKP UMI untuk mengambil peluang pengembangan diri di luar ruang perkuliahan.

“Kami sangat bersyukur dan bangga atas capaian ini. Ini menunjukkan mahasiswa FSIKP UMI memiliki potensi untuk berkompetisi, berkolaborasi, dan mengambil bagian dalam ekosistem positif,” ujar Muhammad Idris.

Ia berharap pengalaman tersebut tidak berhenti sebagai capaian personal. Ketiga mahasiswa itu didorong menjadi penggerak dengan berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan meningkatkan kapasitas diri tanpa meninggalkan kompetensi utama sesuai bidang keilmuan.

FSIKP UMI ungkap Muhammad Idris, akan terus mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai program pengembangan diri, kompetisi, pertukaran pengalaman, baik skala kegiatan nasional maupun internasional.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *