Dayadigital.id, Makassar – Menyikapi perkembangan teknologi informasi yang kian masif, dua lembaga komunikasi besar di Sulawesi Selatan, yakni Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Korwil Sulselbar dan Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Wilayah Sulsel, turun langsung ke jalan dalam aksi Walk and Talk, Minggu (17/5/2026).
Aksi longmarch kreatif yang bertepatan dengan Hari Telekomunikasi dan Masyarakat Informasi Sedunia ini mengambil rute dari kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Boulevard Makassar dan berakhir di Kantor Redaksi Herald Sulsel, Jalan Topaz Raya. Gerakan ini diinisiasi oleh Koalisi Masyarakat dan Mahasiswa Informasi dan Komunikasi Sulawesi Selatan.
Di sepanjang jalur CFD, para pakar, akademisi, dan mahasiswa menyuarakan kampanye literasi digital serta mengajak warga Makassar untuk bijak bermedia sosial. Aksi simpatik ini mendapat respons positif dari pengunjung CFD yang antusias menyimak orasi edukatif para peserta.
Algoritma Medsos Jadi Sorotan Utama
Sekretaris Wilayah ISKI Sulsel sekaligus Wakil Dekan III FSIKP UMI, Muhammad Idris, menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi saat ini ibarat pisau bermata dua. Infrastruktur digital bisa menjadi penyelamat, namun juga bisa menjerat jika tidak dikelola dengan akal sehat.
Secara khusus, koalisi menyoroti bahaya algoritma media sosial saat ini yang dinilai lebih mementingkan keuntungan dibanding warasnya ruang publik. “Algoritma yang mengutamakan kemarahan demi engagement adalah musuh bersama,” bunyi salah satu poin krusial dalam pernyataan sikap koalisi.
Idris menambahkan, maraknya hoaks, teknologi deepfake, dan konten manipulatif berbasis kecerdasan buatan (AI) harus dilawan dengan menjadikan masyarakat sebagai garda terdepan literasi.
Sementara itu, Ketua ASPIKOM Sulselbar, Abdul Majid, menyatakan bahwa momen Hari Telekomunikasi Sedunia ini harus dimaknai melampaui refleksi sejarah. “Hari Telekomunikasi dan Masyarakat Informasi Sedunia ini bukan sekadar mengenang lahirnya ITU pada 1865. Ini merupakan panggilan darurat. Makna dari kegiatan ini sangat positif untuk menyerukan bijak bermedia sosial di masyarakat,” tegasnya.
Rekomendasi dan Tuntutan Koalisi
Melalui aksi Walk and Talk ini, Koalisi Masyarakat dan Mahasiswa Informasi dan Komunikasi Sulsel mengeluarkan beberapa tuntutan dan rekomendasi penting kepada pemerintah maupun penyedia platform digital:
-
Kurikulum Pendidikan: Mendandani sistem pendidikan dengan mendesak pemerintah dan DPR agar literasi digital dijadikan mata pelajaran wajib mulai dari tingkat SD hingga perguruan tinggi.
-
Transparansi Teknologi: Meminta platform media sosial menghadirkan label transparansi pada seluruh konten berbasis AI serta mempercepat verifikasi konten manipulatif.
-
Pemerataan Akses (Keadilan Digital): Menyoroti masih adanya sekitar 60 juta masyarakat yang belum mendapat akses internet memadai, khususnya di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).
-
Kesehatan Mental (Detoks Digital): Menyerukan gerakan puasa atau detoks digital selama 2 hingga 4 jam setiap hari guna mengurangi kebisingan di dunia maya.
Aksi kolaboratif ini sukses terlaksana berkat sinergi dari berbagai elemen, antara lain Prodi Ilmu Komunikasi FSIKP UMI, FSIKP UMI, ASPIKOM Sulselbar, ISKI Sulsel, HIMIKOM UMI, Communication Labs Squad (CLS) UMI, serta Komunitas Mahasiswa Pegiat Literasi Digital UMI.

