Balai Bahasa Sulsel Gandeng FSIKP UMI, Cetak Mahasiswa Agen Literasi dan Duta Bahasa

Dayadigital.id, Makassar — Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan (FSIKP) Universitas Muslim Indonesia (UMI) terus memperkuat komitmennya dalam pengembangan literasi dan pelestarian bahasa melalui kolaborasi dengan Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan Sosialisasi Program Penulisan Esai Krida Bahasa yang digelar di Aula FSIKP UMI, Jumat (6/6/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 120 mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan UMI.

Dekan FSIKP UMI, Dr. Nurjannah Abna, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kemitraan yang selama ini terjalin antara Balai Bahasa Sulawesi Selatan dan Universitas Muslim Indonesia, khususnya FSIKP.

Menurutnya, program Krida Bahasa menjadi sarana strategis untuk memperkuat kemampuan literasi mahasiswa sekaligus menumbuhkan kesadaran dalam menjaga dan mengembangkan bahasa sebagai bagian dari identitas bangsa.

“Sosialisasi program Krida Bahasa ini diharapkan mampu memberi penguatan literasi, pelestarian bahasa, serta pengembangan karakter generasi muda,” ujar Nurjannah dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa bahasa memiliki posisi yang sangat penting dalam perjalanan peradaban manusia. Melalui bahasa, berbagai pengetahuan dapat diwariskan, kebudayaan dijaga, dan identitas bangsa dibangun.

“Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai instrumen komunikasi, tetapi juga sebagai ruang tempat nilai, gagasan, dan peradaban bertumbuh. Melalui bahasa, masa depan dapat dirancang dan dikembangkan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, Toha Machsum, M.Ag., menilai kemampuan literasi generasi muda saat ini masih perlu terus ditingkatkan, terutama dalam aspek berpikir kritis dan kemampuan menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan.

Menurutnya, sebagian besar generasi muda masih berada pada tahap mengetahui dan memahami informasi, namun belum sepenuhnya mampu mengolahnya menjadi pemikiran yang kritis dan konstruktif.

Karena itu, Balai Bahasa Sulsel hadir melalui program pendampingan dan pembinaan literasi berbasis karya tulis yang memanfaatkan pendekatan ilmu kebahasaan sebagai instrumen pengembangan kapasitas mahasiswa.

“Sosialisasi ini bukan hanya menambah wawasan, tetapi juga mendorong mahasiswa menjadi agen literasi dan duta bahasa yang mampu memberikan edukasi kepada masyarakat,” ungkap Toha.

Ia berharap mahasiswa UMI dapat menjadi generasi yang tidak hanya aktif membaca dan menulis, tetapi juga mampu menginspirasi lingkungan sekitarnya melalui karya dan pemikiran yang berkualitas.

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut turut dihadiri para wakil dekan di lingkungan FSIKP UMI, dosen, tenaga kependidikan, tim kerja pembinaan Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, serta Duta Bahasa Sulawesi Selatan Barat.

Melalui kolaborasi ini, FSIKP UMI dan Balai Bahasa Sulsel berharap dapat melahirkan generasi muda yang memiliki kemampuan literasi yang kuat, berkarakter, serta mampu menjadi pelopor dalam pelestarian dan pengembangan bahasa Indonesia di tengah dinamika perkembangan zaman.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *